Perkenalkan Wulan Tilaar, Sang Penerus Bisnis Martha Tilaar

Perusahaan kosmetika Grup Martha Tilaar sudah merupakan satu nama legenda di industri kecantikan Indonesia. Perusahaan ini pun terus berkembang, dari generasi ke generasi.

Putri dari Martha Tilaar, yakni Wulan Tilaar, kini terlibat dalam mengembangkan perusahaan.

Di usianya yang relatif muda, ternyata Wulan Tilaar sudah mulai dipercaya dan dipersiapkan untuk memegang tanggung jawab besar di beberapa perusahaan milik keluarga.

Wulan Tilaar juga dipilih sebagai ikon pengganti sang pendiri perusahaan yakni Martha Tilaar.

Ditemui di kantornya di kawasan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Wulan begitu ramah menyambut kedatangan CNBC Indonesia. Kepemimpinan yang lemah lembut menggambarkan sosoknya yang bersahaja namun disegani.

Wulan Tilaar pun bercita-cita meneruskan usaha sang ibu hingga ke mancanegara. Tak sekedar itu CNBC pun berhasil mengupas tuntas perjalanan karir beliau hingga menjadi penerus bisnis orang tua. Berikut adalah tanya jawabnya :

Bisa diceritakan sedikit perjalanan karirnya?

Jadi dari mulai saya sekolah kebetulan saya sering ke tempat ini. Terus karena saya sekolahnya dekat sini jadi ibu saya dari kecil sudah memberikan pembekalan dengan melihat langsung seperti apa sih beauty school atau spa.

Tapi, kalau tadi ngomong perjalanan karir, secara profesional dimulai 1 januari 2005. Jadi kalau dihitung-hitung saya masih karyawan baru.

Terus saya mulai dari Art Division karena background saya designer dan advertising. Karena baru lulus, saya pikir saya mulai dengan apa yang saya bisa.

Ternyata di Art Division itu sudah settle semua dari Art director-nya, designer-nya, semua bagian-bagian sudah beres semua jadi saya merasa kurang tertantang karena saya cuma supervisi atau kalau ditanya dan perlu saran, jadi karena baru lulus itu ya jadi kurang menantang.

Jadi saya mau mencari pengalaman baru dari lingkungan saya kecil yang familiar yaitu di unit bisnis Martha Tilaar grup bagian services di Puspita Martha International Beauty School dan Martha Tilaar spa.

Baru 4 bulan kerja, saya mau ke divisi ini ternyata walaupun sudah dibiasakan dari kecil,yang namanya melakukan operasional dan observasi itu beda kan ya, beda banget.

Saya merasa tidak memiliki kompetensi yang pas, karena background saya berbeda dengan yang akan saya jalani. Tahun 2007, saya mulai sekolah di Puspita Martha mengambil program Cidesco [Comité International d’Esthétique et de Cosmétologie] untuk beauty aesthetics.

Jadi, [diajarkan] bagaimana menjadi seorang spa therapist dan beauty therapist. Sekolahnya lumayan diajarkan semua ritual yaitu diajarin cara belajar massage, menicure, pedicure, facial dan sebagainya.

Karena ini [Cidesco] adalah ujian international, jurinya dari luar negri jadi kita harus bisa perform sendiri. Ternyata itu menjadi titik balik saya yang pertama yaitu yang tadinya engga tahu secara teknis aturan beauty school, spa atau salon disitu saya tahu. Begitu saya lulus dari Cidesco, saya langsung terlibat di acara seminar, kongres, workshop yang membuka network saya.

Sedari kecil sudah dilibatkan di bisnis keluarga, apakah ada cita-cita atau impian lain? Apakah sempat ragu pilih melanjutkan bisnis keluarga atau merintis karir sendiri?

Khusus dari kecil saya sudah diarahkan berbeda generasi saya dengan generasi milenial sekarang yaitu di generasi saya, apa yang dikatakan orang tua itu pasti bagus deh tidak mungkin kejeblos. Saya tipenya yang penurut, jadi pas banget.

Keinginan saya ya ini,seperti yang dikatakan ibu saya yaitu ini adalah perusahaan keluarga yang sudah dibentuk dan ditata, kamu tinggal menjalani. Saya pikir, Oh that’s it, tapi enggak segampang itu. Karena bagaimana menurunkan jiwa dari generasi pertama ke generasi kedua itu kita punya satu benang merah tapi punya sisi pandang yang berbeda-beda.

Apa pengalaman yang paling berarti (suka/ duka) dalam menjalankan karirnya?

Tentu ada. Tapi saya anggap sebagai pembelajaran saya. Setelah empat tahun menjadi Deputy General Manager yang membawahi empat anak perusahaan, yakni Martha Tilaar Salon & Day Spa, Puspita Martha International Beauty School, Cipta Busana Martha Tilaar, dan Art & Beauty Martha Tilaar, saya memiliki rencana untuk memperkenalkan tradisi dan kecantikan wanita Indonesia kepada dunia internasional.

Salah satu cara yang ditempuhnya adalah dengan merambah ke beberapa negara tetangga dan negara-negara di luar Asia. Saat memulai hal itu dan berkarya di perusaahaan, saya telah berhasil mensinergikan sekolah dan salon body spa dengan inti perusahaan Martha Tilaar.